Senin, 10 September 2012

TEROR dan BOM MASIH MENGANCAM ... (1)

DMG-Jakarta. Dalam kurun waktu 3 minggu, berbagai peristiwa yang berkaitan dengan aksi teror bermunculan. Setelah 3 kali peristiwa di Solo yaitu 2 kali penyerangan terhadap polisi di Posko Lebaran dan Pos Polisi, serta aksi penyergapan yang menimbulkan korban di pihak Densus 88 dan yang diduga teroris. Penyergapan berlanjut dengan beberapa kejadian yang berhubungan dengan aksi dan rencana aksi teror. Setelah penyergapan di kawasan Depok, disusul ledakan bom di 2 tempat yaitu di Tambora Jakarta Barat dan di Beji Depok, serta yang terakhir penyergapan 1 orang diduga teroris di Bojong Gede Depok.
Apa yang bisa dipetik dari kejadian ini ?
Setelah situasi "sepi" satu tahun lalu ... ternyata aksi teror memang tidak hilang, namun masih menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai ? Belum lepas ingatan kita, saat BNPT mewarning ancaman teror bom pada saat peringatan HUT RI ke-67, ada keragu-raguan saat itu ... dan ternyata sudah terjawab, ancaman teror itu ada ... dan sudah sangat dekat masuk dalam kawasan Ibu Kota jakarta.
Kita berharap segala spekulasi pro-kontra yang biasa terjadi tentang ancaman teroris dan fenomena-fenomena yang terjadi atau berkaitan (sedang dibahas tuh oleh "orang-orang pintar" di TV dan Radio lokal serta, yang pasti akan menghabiskan energi kita (paling tidak energi untuk menonton dan mendengar), bisa lebih fokus untuk membuahkan sebuah solusi ... apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi kejadian teror dan bom ini ?
Elemen dan lembaga yang mempunyai kemampuan antiteror sudah banyak di Indonesia, kita tunggu kiprahnya ... yang jelas, warga masyarakat sangat membutuhkan rasa aman dan terlindungi oleh negara, termasuk dari teror.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar