Selasa, 21 Maret 2017

MAY DAY 2017 - SAATNYA Istilah BURUH Menjadi KARYAWAN atau PEKERJA (2)


Jakarta (DMG/TR) - Istilah BURUH menjadi KARYAWAN, serta rekonstruksi hubungan KARYAWAN dengan PENGUSAHA menurut PANCASILA ... kira-kira, begitulah tulisan di bangian pertama.

http://dmg-desindomediagroup2011.blogspot.co.id/2017/03/may-day-2017-saatnya-istilah-buruh.html?spref=tw

Ternyata, banyak menimbulkan pro-kontra dan juga pertanyaan, namun secara umum banyak yang setuju ... memang selayaknya, dengan kesamaan sebagai martabat manusia ... tidak perlu ada kelas-kelas pembedaan, yang kemudian akan berstigma tekanan dan penindasan kelas.

Hal inilah salah satu dorongan untuk merekontruksi hubungan buruk yang terjadi dari Buruh dengan Pengusaha, yang seolah-olah hubungan antara antara PEMBANTU/PELAYAN dengan NDORO-nya (mungkin ... seperti acara TV Setilan Sentilun). Di situ tergambar ada hubungan kuasa-menguasai yang berasosiasi negatif, sampai dengan tindas-menindas ... seperti yang mungkin masih banyak terasa.

Bagaimana yang rekonstruksi hubungan yang baik antara KARYAWAN dengan PENGUSAHA sesuai dengan semangat PANCASILA ? (terutama sila kelima KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA dan sila kedua KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB). Sepertinya perlu diskusi kecil untuk merumuskan ... dengan motivasi penyelesaian permasalahan-permasalahan perburuhan (perkaryawanan) selama ini cenderung berlarut. Kalau sudah dirumuskan, kemudian dilanjutkan dengan penyadaran dari kedua pihak ... KARYAWAN - PENGUSAHA/USAHAWAN, sehingga yang terjalin adalah sebuah hubungan SINERGI - seperti simbiosis mutualisme yang keluar dari hati dan semangat PANCASILA.

"Wuih-Wuih ... Hmm ..." kata teman saya (semoga, gumanan itu bukan cemoohan, namun sebuah kerinduan dari Anak Bangsa ... juga).

BURUH-PENGUSAHA                                    
*menggambarkan kelas bawah vs kelas atas
*hubungan eksploitatif, subjek - objek                
*"meligitimasi" terjadinya pembedaan & penindasan
.... dll

KARYAWAN-USAHAWAN
*meniadakan kelas, setara seluruh elemen bangsa
*hubungan sinergis, simbiosis mutualisme
 *berkeadialan dan berkemanusiaan

Hidup Karyawan/Pekerja ... !
Ayo Kerja !!!
(Eko2017)

Selasa, 14 Maret 2017

MAY DAY 2017 - SAATNYA Istilah BURUH Menjadi KARYAWAN atau PEKERJA (1)

Jakarta (DMG/TR) - Di tengah hiruk-pikuk Pilkada Serentak 2017 yang belum selesai tahapannya (karena masih ada 50 gugatan PHPU di MK dan Pilkada DKI Jakarta yang harus masuk putaran kedua), bagaimana kalau kita turunkan tensi dengan kegiatan May Day 2017. May Day atau Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei ... yang sudah sejak tahun 2013 menjadi hari libur nasional berdasarkan Keppres No.254/2013.

Dulu, kegiatan buruh dianggap sebagai sesuatu yang "mencekam" ... menakutkan, kemudian bergeser seiring dengan era Reformasi yang menganggap unjuk rasa, termasuk unjuk rasa buruh menjadi hal yang "biasa" meskipun kesan nama "Buruh" masih cukup membuat kening sebagian masyarakat berkerut, tanda masih tersisa kesan "Buruh" dengan May Day-nya menjadi hal yang membuat resah masyarakat umumnya.
Beberapa waktu lalu, saya sempat berdiskusi dengan beberapa kawan dari buruh ... ia nyletuk, bagaimana kalau istilah buruh diubah menjadi KARYAWAN atau PEKERJA.

"Buruh itu kesannya bagaimana gitu lho Bang, seperti pegawai rendahan ... sehingga masyarakat dan mungkin pengusaha memandang rendah pekerjaan kami ...," ungkapnya.

Ada benarnya, dalam hal ini saya perlu sepakat ... untuk mengubah istilah buruh menjadi KARYAWAN atau PEKERJA. Saya menjadi teringat diskusi dengan seorang Dosen Mata Kuliah Pancasila sebuah universitas ternama, tentang konsep perburuhan berdasarkan Pancasila, yang menjunjung tinggi kesetaraan dan keadilan (sila ke-5) serta kemanusiaan (sila ke-2).

Kata teman saya aktivis LSM berhaluan sosialis namun religius - nama buruh sengaja distigmakan dan kemudian dimanfaatkan oleh negara-negara berhaluan kiri untuk membuat "konflik kelas" tetap bertahan dengan harapan konflik "perjuangan" kelas terus bisa digelorakan (atau lebih tepatnya dipertahankan).
Konsep "konflik perjuangan kelas" yang pada dasarnya ingin mempertahankan dan "mengatur" rivalitas sesuai teori dasar konflik, tentu tidak seiring dengan teori Ideologi Pancasila yang merupakan jalan tengah - mensinergikan hubungan seuluruh elemen bangsa dan kekuatan ... termasuk para pegawai, PEKERJA atau KARYAWAN.

Menarik, kalau saja usul teman saya (yang bekerja di suatu perusahaan) mengganti istilah "buruh" menjadi KARYAWAN atau PEKERJA dengan dibarengi dengan perbaikan konsep perburuhan sesuai dengan PANCASILA kita ... yang dijiwai dengan semangat KEADILAN dan KEMANUSIAAN ... brilian, semoga ide ini bisa sampai kepada para penggede bangsa ini.

Ayo para KARYAWAN dan PEKERJA kita KERJA !

Hidup seluruh rakyat Nusantara !
Salam Nusantara ! (Eko2017)