Kamis, 06 Juni 2013

BBM (SEANDAINYA) JADI NAIK (2)



DMG-Jakarta. Bulan Mei sudah berlalu, dinamika politik luar biasa pemberitaan, wajar saja … karena 2013 adalah tahun politik dan bulan Mei adalah bulan politik. Luar biasa !
Sekarang, tensi politik mulai naik lagi … ya, sekarang masalah BBM termasuk salah satu hal yang sangat esensi dibahas pada masa persidangan DPR sekarang. Pemerintah mengajukan APBN Perubahan karena dalam perjalanan ternyata banyak hal yang harus dikoreksi, termasuk subsidi BBM yang menurut pemerintah sudah overload dan harus dikurangi, efeknya tentu saja … harga BBM akan naik.
Kalau diurut-urut masalah BBM ini, sangat ruwet … Nuswantara ini penghasil minyak mentah (eksportir) namun juga sekaligus importir karena tidak bisa mengolah dan memproduksi sendiri minyak mentah (kalaupun bisa memproduksi sendiri masih kurang, karena tingkat konsumsi BBM kita yang sangat tinggi) … prosedur berkelok-kelok … berliku-liku dan konon banyak peluang KKN, banyak kepentingan yang bermain termasuk kekuasaan asing yang sangat erat serta keras mencengkeram.

Saya bukan orang pintar dan pakar BBM, namun ingin berlogika sederhana tentang 3 (tiga) hal yang menurut saya bisa disederhanakan, untuk kemudian (mungkin) bisa ditemukan solusi (sederhana)nya.

Pertama, mengapa negeri Nuswantara penghasil minyak mentah, namun harus juga pengimpor BBM, bahkan telah menjadi konsumen yang sangat tergantung dengan Negara asing, sehingga sangat sering dipermainkan asing ?
Konon minyak dari negeri kita ini termasuk jajaran yang terbagus, minyak mentah tua … harganya mahal. Hasil minyak mentah kita belum banyak, mengapa ? karena banyak sumur-sumur minyak yang sudah dikapling asing, Pertamina BUMN minyak kebanggaan kita hanya “mampu” mengelola sebagian kecil sumur minyak yang ada, juga teseok untuk menambah dan menggali sumur minyak baru … karena memang Negara tidak intens membesarkan Pertamina sebagai BUMN minyak yang seharusnya merajai produksi minyak sendiri, targetnya swasembada … gali sendiri dan olah sendiri, untuk kemakmuran rakyat banyak.
Upaya swasembada minyak harus diperkeras, dengan terlebih dulu melenyapkan jiwa kerdil sekelompok orang, yang sudah dan hanya puas mendapatkan lebihan fee yang mungkin berbau KKN. Seharusnya bangga dengan disebut sebagai produsen minyak mentah dan pengolah BBM, itu baru jempol … saya tambah jempolnya jika kemudian berkeinginan keras sebagai tokoh pengolah minyak yang mengutamakan produksi “minyak untuk rakyat” (harga murah, kualitas baik dan ramah lingkungan).
Bisakah ? (jangan tanya saya, semoga di antara yang membaca bisa disampaikan kepada ahli dan penguasa minyak).

Kedua, prosedur berkelok-kelok dan berliku yang lekat dengan KKN ?
Kembali ke semangat, mental dan mind set para pemangku kepentingan … apakah semangat kerdil yang sudah puas dengan fee tanpa introspeksi efek ke belakang yaitu harga minyak yang tinggi dan tidak terkendali, sehingga merelakan rakyat sengsara ? Atau bisa merubah diri dengan semangat ketidakrelaan melihat rakyat kecil sengsara … dibutuhkan seorang pejuang yang rela lapar dan tidak ndremis … untuk sekedar mendapatkan fee dari prosedur yang berkelok-kelok dan berliku.
Atau semangat dan kerelaan itu tidak mungkin tumbuh … dan kemudian masih harus menunggu perut mereka meledak karena kekenyangan ? atau harus menerima azab karena telah menyengsarakan rakyat ? (ughhhh …)

Ketiga, kepentingan dan kekuasaan asing yang terlampau erat mencengkram ?
Hal ini berkaitan dengan mental dan mind set … kerelaan hati untuk mau “miskin” bersama-sama rakyat, atau kaya sebagai kaki tangan asing yang memeras Ibu Pertiwi. Berikutnya, setelah rela “miskin” harus berani mengatakan tidak kepada kekuatan dan cengkeraman asing … butuh keberanian, kesadaran dan penyadaran sebagai bangsa yang besar.

Saya bermimpi ketiga permasalahan tadi bisa diatasi, perubahan bisa diwujudkan … saya yakin bisa diwujudkan (semoga hasil Pemilu 2014 bisa mewujudkan) … kapan ? Apakah bisa dalam waktu dekat ? pasti tidak … apakah kemudian harus putus asa dan diam ? Tidak …

Sekarang, nyatanya … pengelolaan BBM kita masih demikian … sementara hal yang urgen adalah menyelamatkan APBN 2013 supaya Negara tidak tekor dan bangrut (kalau tekor dan bangkrut … pasti rakyat tambah sengsara)
Sekali lagi, kenyataannya pengelolaan BBM kita masih demikian … penyadaran dan kesadaran adalah jalan panjang (kecuali ada Revolusi Pengelolaan BBM), kata Ibu saya … yang penting upaya. (paling tidak saya sudah berupaya menuliskan ini).
Kalau ketiga hal itu belum bisa diubah, hampir dipastikan BBM akan naik … ya, pertengahan bulan Juni ini.
Kebijakan pro rakyat yaitu subsidi BBM, pasti tidak akan tepat sasaran berada pada tangan dan sistem dengan tidak permasalahan tadi … subsidi pasti bocor … salah siapa ? jangan salahkan siapa-siapa, karena penegakan aturan yang ketat pun tidak akan berjalan, jika ketiga masalah tadi tidak selesai … Pemangku kepentingan tiga hal tadi harus punya rasa malu dan bertanggung jawab, karena pasti rakyat kecil (seperti saya) yang harus menanggung lebih berat perjuangan hidup.

Di berbagai Negara dengan situasi mirip Indonesia, pengurangan subsidi BBM akan diikuti kebijakan bantuan langsung kepada rakyat miskin, di Indonesia sudah dilaksanakan beberapa kali. Ya, pasti selanjutnya akan ada BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) … dulu BLT (Bantuan Langsung Tunai). Kalau kebijakan BLT atau BLSM terus menerus, tentu sangat tidak mendidik … karena filosofinya “lebih baik memberi kail dan pancing daripada member ikan” … itu benar adanya.
Kebijakan ini (kalau memang harus dilaksanakan) harus dijelaskan dengan terang benderang, dari jumlah dan sasarannya, penggunaan dan jangka waktunya … pelaksanaannya pun harus ketat diawasi !!!
Apakah ada hidden agenda untuk kepentingan politik ? … hmm, pasti ada yang diuntungkan dengan kebijakan itu … selama politik dan demokrasi kita biaya tinggi, serta masih bersifat konsumtif bukan ideologis … maka yang membagikan BLSM pasti diuntungkan.
(jadi kalau mau kebijakan ini tidak ada yang menentang, pembagi BLSM harus bisa membuktikan niatan baiknya,  bahwa BLSM yang dilakukan benar-benar untuk rakyat, tanpa muatan politik … bersikaplah terbuka dan siap diawasi).

Jadi … apakah BBM jadi naik ? … (saya terdiam, terpejam dan berdoa, ya Allah … kuatkan dan bantulah aku, agar semua permasalahan ekonomi nanti bisa diatasi … terangilah mata hati para pimpinan dan pengampu kepentingan di Nuswantara ini, agar hatinya bersih dan lurus … hanya untuk kepentingan rakyat kecil, bangsa dan negara Nuswantara … amin).
(Eko2013)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar