Minggu, 16 September 2012

PEMILUKADA DKI (7) : MASA TENANG UNTUK PERMENUNGAN (Kedewasaan berdemokrasi tengah diuji)

DMG-Jakarta. Pemilukada DKI 2012 tengah memasuki masa tenang, setelah selama 3 hari kampanye penajaman visi misi kedua pasangan calon dan juga diisi berbagai kegiatan ngider keliling Ibu Kota untuk menggalang massa serta dukungan suara pada tanggal 20 Sepetember. Selama 3 hari itu jalan-jalan di penjuru Jakarta kembali berhias spanduk dukungan dan propaganda, mulai Senin sampai Rabu ini tanggal 17-19 September memasuki masa tenang. Sepintas sewaktu perjalanan ke kantor DMG masih ada spanduk-spanduk yang belum diturunkan, mngkin belum sempat atau mungkin di posisi abu-abu, sehingga debate-able, sehingga pihak berwenang mungkin ragu-ragu.
Apa yang harus dilakukan saat masa tenang, seperti ini ?

Pihak teamses masing-masing pasangan calon perlu melaksanakan evaluasi sejauh mana pencapaian yang didapat sampai masa tenang ini, konsolidasikan para saksi yang akan mantheng di TPS-TPS, pastikan bahwa mereka akan melakukan tugas dengan baik, yaitu ... bahwa perolehan suara dapat DIJAGA dengan baik, tentu saja SESUAI ATURAN yang telah DITETAPKAN, berikan bekal yang cukup ... bukan untuk NGOTOT tanpa DASAR dan hanya "POKOKNYA" namun berpeganglah pada aturan. Boleh berjuang mati-matian, namun tetap dalam koridor DEMOKRASI PANCASILA dan PERSATUAN BANGSA.

Bagi penyelenggara Pemilukada DKI, yaitu jajaran KPU Propinsi DKI Jakarta (dari KPU Propinsi, KPU Kota/Walikota, kecamatan - PPK, kelurahan - PPS dan TPS - KPPS), serta
pengawas Pemilukada DKI, yaitu jajaran Panwaslu Propinsi (dari Panwaslu Propinsi, Panwaslu Kota/Walikota, Panwaslu Kecamatan, PPL - di kelurahan-kelurahan), perlu perlu laksanakan chek and re-check sudah siapkah semua ? dari kesiapan logistik pemilukada, petugas ... sampai kesiapan TPS, pastikan para petugas NETRAL dan BERFUNGSI dengan BAIK, CERMAT dan BERTANGGUNG JAWAB sehingga bisa dan mampu menyelesaikan tahapan pemungutan suara di TPS dan penghitungan suara secara berjenjang dengan azas LANGSUNG, UMUM, BEBAS, RAHASIA, JUJUR dan ADIL. Panwas harus jadi wasit dan penjaga garis yang mengawasi "pertandingan" memastikan sesuai koridor dan berlangsung dengan FAIR PLAY.

Bagaimana dengan PEMDA, aparat keamanan TNI/Polri dan PNS ... ?
Dari jajaran tertinggi pucuk pimpinan hingga level terbawah ... ANDA HARUS NETRAL !!!
Jangan terjebak dengan kepentingan politik sementara dengan mengorbankan SUMPAH SETIA pada NEGARA.

Bagi warga Jakarta, kini saatnya merenungkan lagi ... ketat dan panasnya rivalitas antara no.1 dan 3 dengan masing-masing gaya dan kemampuan, silakan dinilai dan diendapkan, untuk kemudian memperisapkan diri datang ke TPS pada tanggal 20 September... KEDEWASAAN BERDEMOKRASI warga Jakarta tengah diuji, apakah kita bisa naik kelas dari sisi kedewasaan demokrasi kita ? Apakah kita benar-benar menjadi PEMILIH yang CERDAS dan MERDEKA ? Salah satunya adalah, kita tidak lagi terpengaruh dengan upaya INTIMIDASI dan MONEY POLITIC, namun tetap berkehendak bebas sesuai hati masing-masing menentukan pilihan. HARGAI dan HORMATI PERBEDAAN dalam koridor DEMOKRASI PANCASILA dan SEMANGAT PERSATUAN BANGSA, siapapun yang menang harus didukung untuk MEMBANGUN JAKARTA.

Kata rekan saya yang polisi, pada masa tenang akan rawan BLACK CAMPAIGN, INTIMIDASI, KAMPANYE TERSELUBUNG dan MONEY POLITIC... semoga setiap pilar dan elemen Pemilukada DKI, dari Penyelenggara/Pengawas, Peserta Pemilukada, Teamses dan Masyarakat Pemilih ... diuji kedewasaannya, laksanakan peran masing-masing secara bertanggung jawab.


Tambahan, untuk semuanya ... khususnya Pasangan Calon, Teamses, kelompok masyarakat yang fanatik termasuk LSM dan ORMAS pendukung ... harus merenung dengan lebih mendalam, siap mental untuk SIAP KALAH, karena YANG MENANG HANYA SATU.
Mari sama-sama kita merefleksikan diri dan berkata dalam hati ... KITA HARUS LEBIH DEWASA dalam BERDEMOKRASI, dengan menanamkan lebih dalam KEPRIBADIAN PANCASILA dalam sikap dan perilaku ... dalam wadah PERSATUAN dan KESATUAN BANGSA ... yaitu INDONESIA.
Selamat merenung .... (eko2012)

Kamis, 13 September 2012

PEMILUKADA DKI (6) : DEKLARASI KAMPANYE DAN PEMILUKADA DAMAI PUTARAN-2 (Jangan Basa-Basi !!)

DMG-Jakarta. Kamis 13 Sepetember 2012 sore di Taman Silang Selatan Monas Gambir Jakarta Pusat, sekitar 1000 orang massa pendukung hadir dalam kegiatan "Deklarasi Damai Pemilu Gub dan Wagub Provinsi DKI Jakarta Putaran kedua".
Kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua KPU Propinsi DKI Jakarta Dahlia Umar tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional antara lain Mendagri Gunawan Fauzi, Ketua DPR Marzuki Ali, Ketua KPU Husni Kamil Manik, Kapolri Timur Pradopo/Kapolri, Pasangan Calon (kecuali Jokowi tidak nampak hadir), komisioner Panwaslu, Parpol dan Ormas pendukung Pasangan Calon.Kegiatan Pemilukada yang sesungguhnya adalah kegiatan lokal tingkat propinsi, ternyata telah menyedot perhatian pada level nasional, luar biasa ! sekaligus juga perlu bertanya ada apa (?).

Menyimak apa yang disampaikan oleh para tokoh yang hadir, Desindo mencatat apa-apa yang mereka sampaikan, ada yang umumnya bersifat harapan dan himbauan agar pelaksanaan Pemilukada Putara Kedua yang tinggal beberapa hari ke depan berlangsung sesuai aturan yang berlaku, partisipasi masyarakat Jakarta meningkat, dapat berlangsung aman damai.

Foke, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, "ucapan syukur karena selama ini jakarta dalam keadaan aman, tentram dan dinamis. Sangat menyayangkan atas ketidakhadiran cagub no.3 karena ini adalah kesmpatan yang jarang sekali terjadi. Kepada seluruh warga DKI Jakarta diucapkan trimakasih atas kepercayaannya memilih Foke-Nara slama ini..... Menghimbau kepada seluruh warga untuk bekerja sama lebih erat lagi untuk membangun kota Jakarta dan menyelenggarakan pilgub yang luber jurdil. Kami siap menerima konsekuensi apa pun dari pihak penyelenggara pemilu. Siap untuk mengikuti pilgub putaran kedua dengan bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas. Serta menjadikan pemilu di Jakarta sebagai barometer di Indonesia ...".

Basuki atau Ahok, yang hadir tanpa Jokowi, menyampaikan "Jokowi masih di Solo karena baru mendapatkan cuti besok. menghimbau sekaligus mengucpkan terima kasih atas kesempatan pada kemenangan pertama..... Siapa pun yang jadi pemimpin di DKI tidak hanya siap pimpin Jakarta tapi juga harus siap memimpin sluruh provinsi di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Jangan sampai hanya untuk 5 tahun, kita menciderai Bangsa Indonesia. Kami himbau kalau ada selebaran yang mau merusak 4 pondasi bangsa maka mereka adalah pengkhiant dan jika kami temukan kami akan lapor ke Panwaslu ... kita perlu cagub/wagub yang bersih, profesional dan total melayani rakyat. Kalau ditemukan pasangan no.1 lebih baik, jujur, bersih dan transparan daripada kami, maka kami himbau untuk pilihlah no.1, tapi jika penduduk Jakarta melihat pasangan no.3 lebih jujur, bersih dan transparan pilihlah kami. Jangan hanya karena untuk jabatan 5 tahun, Saudara-Saudara mengorbankan NKRI yang besar, yang seharusnya bisa sejajar dengan bangsa lain...."

Selanjutnya acara ditutup dengan Pembacaan Ikrar Deklarasi Damai :
"Kami calon gubernur dan wakil gubernur Prov DKI jakarta, dengan semangat persatuan dan persaudaraan menyatakan siap terpilih, siap tidak terpilih, dan siap menciptakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Prov DKI Jakarta tahun 2012 putaran kedua yg demokratis, aman, tertib dan damai berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI 1945 demi terwujudnya keutuhan dan kesejahtraan warga DKI Jakarta."

Acara tersebut berlangsug dengan aman, guyup dan rukun, seolah menguburkan panasnya rivalitas yang terjadi antara pasangan calon, teamses dan pendukungya, yang diwarnai saling serang (bukan hanya dalam hal kinerja, namun juga serangan secara pribadi), pergolakan kasus serta permasalahan yang tak hentinya terjadi yang bernuasa SARA dan unsur-unsur primordial, sehingga selama ini masyarakat umum akan bertanya ... akan amankah Pemilukada DKI Jakarta Putara Kedua ini ?

Merinding rasanya membaca dan mendengarkan Ikrar Deklarasi Damai itu ... 
Semoga ikrar yang dibacakan itu, bukan hanya jadi bacaan basa-basi dan hanya untuk para pasangan calon saja, namun juga diendapkan kepada seluruh elemen masyarakat Jakarta, sehingga dengan kesadaran penuh ruang batinnya sama-sama bersikap SPORTIF dan KESATRIA ... 
sama-sama SIAP KALAH (karena pemenangnya tetap hanya satu).

Untuk Pasangan Calon, Teamses, Relawan dan seluruh elemen pendukung ... 
ingat apa pun hasilnya nanti pada tanggal 20 nanti ... 
KITA TETAP SATU BANGSA ... INDONESIA !!! 
JANGAN PERNAH KOYAKKAN PERSATUAN dan KESATUAN NKRI ... 
JANGAN BIARKAN IBU PERTIWI BERSEDIH dan MENANGIS LAGI !!!...


... Tuhan Yang Maha Esa terus menyertai perjalanan BANGSA INDONESIA, hingga meraih CITA-CITA LUHUR PARA PENDIRI BANGSA ... Amin. (Eko2012)

Senin, 10 September 2012

TEROR dan BOM MASIH MENGANCAM ... (1)

DMG-Jakarta. Dalam kurun waktu 3 minggu, berbagai peristiwa yang berkaitan dengan aksi teror bermunculan. Setelah 3 kali peristiwa di Solo yaitu 2 kali penyerangan terhadap polisi di Posko Lebaran dan Pos Polisi, serta aksi penyergapan yang menimbulkan korban di pihak Densus 88 dan yang diduga teroris. Penyergapan berlanjut dengan beberapa kejadian yang berhubungan dengan aksi dan rencana aksi teror. Setelah penyergapan di kawasan Depok, disusul ledakan bom di 2 tempat yaitu di Tambora Jakarta Barat dan di Beji Depok, serta yang terakhir penyergapan 1 orang diduga teroris di Bojong Gede Depok.
Apa yang bisa dipetik dari kejadian ini ?
Setelah situasi "sepi" satu tahun lalu ... ternyata aksi teror memang tidak hilang, namun masih menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai ? Belum lepas ingatan kita, saat BNPT mewarning ancaman teror bom pada saat peringatan HUT RI ke-67, ada keragu-raguan saat itu ... dan ternyata sudah terjawab, ancaman teror itu ada ... dan sudah sangat dekat masuk dalam kawasan Ibu Kota jakarta.
Kita berharap segala spekulasi pro-kontra yang biasa terjadi tentang ancaman teroris dan fenomena-fenomena yang terjadi atau berkaitan (sedang dibahas tuh oleh "orang-orang pintar" di TV dan Radio lokal serta, yang pasti akan menghabiskan energi kita (paling tidak energi untuk menonton dan mendengar), bisa lebih fokus untuk membuahkan sebuah solusi ... apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi kejadian teror dan bom ini ?
Elemen dan lembaga yang mempunyai kemampuan antiteror sudah banyak di Indonesia, kita tunggu kiprahnya ... yang jelas, warga masyarakat sangat membutuhkan rasa aman dan terlindungi oleh negara, termasuk dari teror.

Senin, 27 Agustus 2012

Youtube PEMILUKADA DKI - SERUAN IBU PERTIWI (Lagu Kebaya Merah - Iwan Fals)

DMG-Jakarta. Sedih, galau ... khawatir, itu kesan dari beberapa orang yang DMG temui, berkaitan dengan situasi di Jakarta menjelang Pemilukada DKI putaran ke-2.
Entahlah ... sambil merenung, dengarkan lagu nostaligia Iwan Fals waktu gabung dalam group SWAMI ...
Ibuku darahku, tanah airku ... tak rela kulihat kau seperti itu ...
Semoga menjadi penyadaran ... siapun yang akan kalah, tidak perlu mengoyakkan kedamaian, persatuan dan kesatuan bangsa ... juga, melukai Ibu Pertiwi.
Bagi pasangan calon ... apakah perebutan kekuasaan harus mengorbankan semangat nasionalisme dan patriotisme yang dipunyai ? yang ditanam dan ditempakan sejak kecil, sejak Bapak-bapak menghirup udara kemerdekaan dari Ibu Pertiwi ...


Semoga kebaikan-kebaikan yang sudah kita terima dari Ibu Pertiwi ... dari Bangsa dan Negara Nusantara, dapat kita balas juga dengan kebaikan, bukan dengan noda, cela dan tuba ... namun, dengan kebaikan komitmen untuk tetap menjaga NKRI sebagai harga mati ... Salam pekik perjuangan MERDEKA !!!

Semoga dibaca ama Om Foke-Nara dan Pak De Jokowi-Ahok ... bilang ke konstituennya musti siap kalah ... karena yang menang cuma 1 ... KELUHURAN BUDI para Om dan Pak De sedang diuji oleh Ibu Pertiwi ... semoga menjadi penyadaran kita bersama ... kita menemukan penyadaran sebagai ANAK BANGSA ... bukan sebagai PEMABUK KUASA !!! ...

http://www.youtube.com/watch?v=P9y3b9W9XDU
(Eko2012)

Selasa, 21 Agustus 2012

JAKARTA MASIH SEPI (catatan hari ke-4 Lebaran & Menghitung hari Pemilukada DKI Jakarta Putaran-2)

DMG-Jakarta. Pagi ini, melintas Jakarta begitu nikmat, jarak tempuh yang biasanya 1-2 jam, bisa ditempuh dalam 1/2 jam ... luar biasa, kapan ya Jakarta selamanya seperti ini ? (pertanyaan oratoris yang ga perlu dijawab), seperti mimpi rasanya.
Banyak SMS dan BBM yang beredar "MENGATASI KEMACETAN JAKARTA TERNYATA TIDAK MEMBUTUHKAN GUBERNUR BARU, YANG DIPERLUKAN HANYA LEBARAN"
Apakah SMS/BBM ini berkaitan dengan Pemilukada ya ? mungkin ... bisa berarti dua hal, ungkapan patah semangat karena ga ada yang mungkin mengatasi kemacetan Jakarta, atau optimisme dukungan kepada cagub tertentu (bisa incumbent atau rivalnya) bahwa dialah yang mampu ... entah.
Dalam seminggu ini, selama liburan Lebaran ... maka yang ramai adalah tempat-tempat wisata, yaitu Kebon Binatang Ragunan di bilangan Jakarta Selatan, TMII di Jakarta Timur dan Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara, konon pengunjungnya sampai 120.000-an (terutama Bonbin Ragunan), seperti apa ya ?
Teman aparat (yang tidak bisa mudik) bilang, "sekarang ini yang bahaya pencurian di rumah-rumah atau pemukiman yang ditinggal mudik, selain itu kebakaran ... sama karena rumah dan ruko kosong ditinggal mudik". Ya, benar sudah beberapa kali terjadi kebakaran ... namun untuk pencurian di pemukiman belum ketahuan, karena masyarakat yang mudik belum laporan (semoga aman, kan aparatnya pada tidak mudik).
Hmm seperti biasa, setelah ada kebakaran di wilayah tertentu ... segera muncul posko bantuan. Dari mana lagi kalau bukan dari partai atau teamses pemenangan cagub DKI. Putaran kedua sudah didepan mata ... 20 September tinggal menghitung hari. Isue SARA masih ada meskipun tidak sekencang 2-3 minggu lalu, namun hal-hal yang bernada SARA dan ancaman SARA atau yang nyrempet2 SARA masih ada ... rupanya strategi  isue SARA meskipun sudah dihimbau untuk tidak didorong, masih jadi konsumsi empuk bagi Teamses untuk mengisi liburan Lebaran.
Selain isue SARA, saling serang antar kubu no.1 dan 3 terus berlanjut, kali ini isue pengungkapan kasus korupsi ... Sudah tidak sabar menanti bagaimana  endingnya... kira-kira bagaimana konstelasi politik dan isue dan strategi pemenangan yang akan dilakukan.
Kita tunggu, kita tunggu apakah antara penyelenggara (KPU dan Panwaslu, termasuk terlibat juga Aparat Kemananan dan Pemda - yang harus netral) dan peserta (Pasangan Calon dan Teamses) berlaku fairplay ? yang penyelengara berlaku NETRAL dan peserta berlaku FAIRPLAY menjujung tinggi sportivitas dan SIAP KALAH ? Kemudian juga kita tunggu masyarakat Jakarta sebagai pemilih, bisa cerdas menggunakan hak pilihnya ? bisa melakukan hak pilihnya dengan LUBER JURDIL (Langsung Umum Bebas Rahasia - Jujur dan Adil) ... satu lagi, tidak terprovokasi dengan adanya isue-isue, tekanan dan ajakan untuk tidak menjadikan Pemilukada aman dan damai ? kita tunggu ... berharap dan semoga, semua elemen penyelenggara, peserta dan masyarakat pemilih semakin dewasa dalam kehidupan demokrasi ... tentu saja Demokrasi yang berdasarkan nilai-nilai kepribadian bangsa ... PANCASILA !!!
Warga Jakarta ...
Selamat Idul Fitri ... Mohon Maaf Lahir dan Batin ...
Selamat menghitung hari Pemilukada DKI Putaran ke-2 ... (Eko2012)

Kamis, 16 Agustus 2012

INDONESIA SUDAH MERDEKA !!! (renungan malam 17-an)

DMG-Jakarta. Besok, Indonesia berusia 67 tahun ... untuk ukuran manusia mungkin sudah mulai uzur, namun bagaimana untuk ukuran umur suatu bangsa ? masih perlu diperdebatkan, karena dibandingkan dengan negara-negara di dunia, masih lebih banyak lagi negara yang lebih tua berusia ratusan tahun, dan biasanya negara itu termasuk dalam negara maju dan banyak berpengaruh dalam kehidupan internasional. Meskipun demikian, tidak perlu berkecil hati, karena nyatanya banyak juga negara-negara muda yang "baru" mendapatkan kemerdekaannya, sekalipun dari sisi kesejahteraan atau kehidupan perekonomian negara-negara baru itu lebih maju dari Indonesia.
Apapun itu, Indonesia sudah 67 tahun merdeka. Bagaimanapun situasinya, Indonesia memang sudah merdeka. Pasang surut kehidupan berbangsa dan bernegara terjadi ... kadang kesurutannya begitu menyakitkan, dan lebih menyakitkan lagi ... kalau kesurutan itu terjadi karena pengaruh kekuatan bangsa asing yang begitu menggurita, yang kemudian merengkuh kedaulatan kita. Seharusnya kemerdekaan berbading lurus dengan kedaulatan, namun nyatanya bangsa kita masih harus bergantung pada kekuatan bangsa lain, bargaining position lemah dalam berbagai aspek kehidupan dan hampir selalu kalah dalam rivalitas dengan bangsa lain, sehingga berakibat makin bergantungnya kita pada bangsa lain.
Mengapa ? karena kedaulatan yang berarti kemandirian, yang berarti kemampuan untuk mandiri - berdiri sendiri - swasembada, yang "dulu" pernah dicapai ... pelan menjauh atau cepat berlalu.
Kenapa ?
Terlalu besar rasanya untuk bercerita tentang sistem bangsa dan sistem negara ... Akan lebih sederhana bila ditanyakan pada pribadi masing-masing apakah kita sudah merdeka - berdaulat - mandiri - mempunyai kemampuan berdiri sendiri ?
Merdeka itu, berkaitan dengan keputusan dan tekad hati serta komitmen kepada rasa kebangsaan, rasa keindonesiaan, rasa nusantara ... yang seharusnya mengalir dalam urat darah kita. Dengan begitu, kita menjadi manusia pribadi yang otonom ... yaitu menjadi manusia Indonesia - manusia Nusantara, yang mempunyai kepribadian Pancasila sebagai dasar hidup kita ... Nah ! Merdeka berarti kita menyadari sebagai manusia pribadi yang otonom dan berkepribadian Pancasila !
Merdeka !!! (Eko2012)

Selasa, 14 Agustus 2012

LEBARAN SEBENTAR LAGI, AYUK KITA MUDIK ... (antara tradisi, jaga gengsi dan menjalin silaturahim)



DMG-Jakarta. Tadi malam jalan-jalan keluar Jakarta begitu hiruk pikuk, ramai dan tentu saja ...m a c e t... Ada apa ? Sesaat baru tersadar, rupanya sebentar lagi Lebaran. Ya, ternyata arus lalu lintas malam tadi mayoritas adalah bus-bus besar yang berjalan beriringan dan mobil-mobil minibus yang juga beriringan dengan membawa barang "sunggian" di atas kapnya, mungkin berisi bekal dan buah tangan untuk sanak saudara, ya ... mereka mulai mudik, Lebaran sudah dekat !
Hampir tak terasa bulan Ramadhan 1433 H akan berakhir, puasa sebulan penuh akan berakhir dengan kemenangan, masuk pada bulan penuh ampunan dan kembali kepadakehidupan yang fitri.Mungkin tidak terasa, karena denyut kehidupan Jakarta yang bergerak cepat tidak mengenal waktu, dengan berbagai permasalahan dan persoalan yang silih berganti, juga belum lagi kegiatan Pemilukada DKI yang bergulir dan terus dimanfaatkan oleh Teamses Pasangan Calon untuk menarik simpati dan dukungan sebagai pemanasan menyongsong putaran kedua. Foke-Nara dan Jokowi-Ahok berlomba mengadakan kegiatan buka dan sahur bersama, serta sekarang program mudik bareng.
Di satu sisi, program mudik bareng dengan sponsor para pasangan calon ini menguntungkan yang mau mudik dan membutuhkan biaya mudik, jadi terbantu. Namun akan menjadi ironis kalau kemudian ada pesan-pesan sponsor ... sehingga dalam pelepasan (mungkin), "kalau ... milih ... cepet segera balik ke Jakarta, atau sebaliknya ... Jangan balik-balik sekalian !! (hehhe..hehhee)".

Tradisi mudik, membawa genggaman rindu dan kejenuhan serta penat 1 tahun di Jakarta ...
Ada yang pulang kampung, untuk menunjukkan keberhasilan-keberhasilan selama di Ibu Kota sehingga kesannya pamer ... membawa apa saja yang bisa dibawa untuk menunjukkan pencapaian di Jakarta (kalaupun tidak berhasil, dikamuflase seperti berhasil).
Ada yang pulang kampung untuk menjalin silaturahim, berhalalbihalal dengan sanak saudara, reuni dengan sahabat dan kerabat...

Seharusnyalah, ada makna dan nilai-nilai Lebaran dan Mudik yang lebih ... lebih bisa menyentuh peri kehidupan pribadi dalam hubungannya dengan Allah, setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan, menghayati dan menempa diri, menahan hawa nafsu ... memesu diri, seperti ulat yang berpuasa untuk menjadi kepompong yang terbungkus dalam kokonnya yang dingin dan sunyi, hingga ketika gema takbir membahana untuk menyadarkan ... sentuhan bisik Allah pada batin-batin yang telah memenagkan penempaan diri, tapa brata ... "puasamu sudah cukup, engkau telah menang ..."

Selamat Mudik, selamat Lebaran selamat mencapai kemenangan dan menjadi fitri ... salam buat sanak saudara di kampung, mohon maaf lahir dan batin ... juga sampaikan maaf ... saya tidak pulang kampung (lagi) ...***sad music*** (eko2012).