Kamis, 06 Juni 2013

BBM (SEANDAINYA) JADI NAIK (2)



DMG-Jakarta. Bulan Mei sudah berlalu, dinamika politik luar biasa pemberitaan, wajar saja … karena 2013 adalah tahun politik dan bulan Mei adalah bulan politik. Luar biasa !
Sekarang, tensi politik mulai naik lagi … ya, sekarang masalah BBM termasuk salah satu hal yang sangat esensi dibahas pada masa persidangan DPR sekarang. Pemerintah mengajukan APBN Perubahan karena dalam perjalanan ternyata banyak hal yang harus dikoreksi, termasuk subsidi BBM yang menurut pemerintah sudah overload dan harus dikurangi, efeknya tentu saja … harga BBM akan naik.
Kalau diurut-urut masalah BBM ini, sangat ruwet … Nuswantara ini penghasil minyak mentah (eksportir) namun juga sekaligus importir karena tidak bisa mengolah dan memproduksi sendiri minyak mentah (kalaupun bisa memproduksi sendiri masih kurang, karena tingkat konsumsi BBM kita yang sangat tinggi) … prosedur berkelok-kelok … berliku-liku dan konon banyak peluang KKN, banyak kepentingan yang bermain termasuk kekuasaan asing yang sangat erat serta keras mencengkeram.

Saya bukan orang pintar dan pakar BBM, namun ingin berlogika sederhana tentang 3 (tiga) hal yang menurut saya bisa disederhanakan, untuk kemudian (mungkin) bisa ditemukan solusi (sederhana)nya.

Pertama, mengapa negeri Nuswantara penghasil minyak mentah, namun harus juga pengimpor BBM, bahkan telah menjadi konsumen yang sangat tergantung dengan Negara asing, sehingga sangat sering dipermainkan asing ?
Konon minyak dari negeri kita ini termasuk jajaran yang terbagus, minyak mentah tua … harganya mahal. Hasil minyak mentah kita belum banyak, mengapa ? karena banyak sumur-sumur minyak yang sudah dikapling asing, Pertamina BUMN minyak kebanggaan kita hanya “mampu” mengelola sebagian kecil sumur minyak yang ada, juga teseok untuk menambah dan menggali sumur minyak baru … karena memang Negara tidak intens membesarkan Pertamina sebagai BUMN minyak yang seharusnya merajai produksi minyak sendiri, targetnya swasembada … gali sendiri dan olah sendiri, untuk kemakmuran rakyat banyak.
Upaya swasembada minyak harus diperkeras, dengan terlebih dulu melenyapkan jiwa kerdil sekelompok orang, yang sudah dan hanya puas mendapatkan lebihan fee yang mungkin berbau KKN. Seharusnya bangga dengan disebut sebagai produsen minyak mentah dan pengolah BBM, itu baru jempol … saya tambah jempolnya jika kemudian berkeinginan keras sebagai tokoh pengolah minyak yang mengutamakan produksi “minyak untuk rakyat” (harga murah, kualitas baik dan ramah lingkungan).
Bisakah ? (jangan tanya saya, semoga di antara yang membaca bisa disampaikan kepada ahli dan penguasa minyak).

Kedua, prosedur berkelok-kelok dan berliku yang lekat dengan KKN ?
Kembali ke semangat, mental dan mind set para pemangku kepentingan … apakah semangat kerdil yang sudah puas dengan fee tanpa introspeksi efek ke belakang yaitu harga minyak yang tinggi dan tidak terkendali, sehingga merelakan rakyat sengsara ? Atau bisa merubah diri dengan semangat ketidakrelaan melihat rakyat kecil sengsara … dibutuhkan seorang pejuang yang rela lapar dan tidak ndremis … untuk sekedar mendapatkan fee dari prosedur yang berkelok-kelok dan berliku.
Atau semangat dan kerelaan itu tidak mungkin tumbuh … dan kemudian masih harus menunggu perut mereka meledak karena kekenyangan ? atau harus menerima azab karena telah menyengsarakan rakyat ? (ughhhh …)

Ketiga, kepentingan dan kekuasaan asing yang terlampau erat mencengkram ?
Hal ini berkaitan dengan mental dan mind set … kerelaan hati untuk mau “miskin” bersama-sama rakyat, atau kaya sebagai kaki tangan asing yang memeras Ibu Pertiwi. Berikutnya, setelah rela “miskin” harus berani mengatakan tidak kepada kekuatan dan cengkeraman asing … butuh keberanian, kesadaran dan penyadaran sebagai bangsa yang besar.

Saya bermimpi ketiga permasalahan tadi bisa diatasi, perubahan bisa diwujudkan … saya yakin bisa diwujudkan (semoga hasil Pemilu 2014 bisa mewujudkan) … kapan ? Apakah bisa dalam waktu dekat ? pasti tidak … apakah kemudian harus putus asa dan diam ? Tidak …

Sekarang, nyatanya … pengelolaan BBM kita masih demikian … sementara hal yang urgen adalah menyelamatkan APBN 2013 supaya Negara tidak tekor dan bangrut (kalau tekor dan bangkrut … pasti rakyat tambah sengsara)
Sekali lagi, kenyataannya pengelolaan BBM kita masih demikian … penyadaran dan kesadaran adalah jalan panjang (kecuali ada Revolusi Pengelolaan BBM), kata Ibu saya … yang penting upaya. (paling tidak saya sudah berupaya menuliskan ini).
Kalau ketiga hal itu belum bisa diubah, hampir dipastikan BBM akan naik … ya, pertengahan bulan Juni ini.
Kebijakan pro rakyat yaitu subsidi BBM, pasti tidak akan tepat sasaran berada pada tangan dan sistem dengan tidak permasalahan tadi … subsidi pasti bocor … salah siapa ? jangan salahkan siapa-siapa, karena penegakan aturan yang ketat pun tidak akan berjalan, jika ketiga masalah tadi tidak selesai … Pemangku kepentingan tiga hal tadi harus punya rasa malu dan bertanggung jawab, karena pasti rakyat kecil (seperti saya) yang harus menanggung lebih berat perjuangan hidup.

Di berbagai Negara dengan situasi mirip Indonesia, pengurangan subsidi BBM akan diikuti kebijakan bantuan langsung kepada rakyat miskin, di Indonesia sudah dilaksanakan beberapa kali. Ya, pasti selanjutnya akan ada BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) … dulu BLT (Bantuan Langsung Tunai). Kalau kebijakan BLT atau BLSM terus menerus, tentu sangat tidak mendidik … karena filosofinya “lebih baik memberi kail dan pancing daripada member ikan” … itu benar adanya.
Kebijakan ini (kalau memang harus dilaksanakan) harus dijelaskan dengan terang benderang, dari jumlah dan sasarannya, penggunaan dan jangka waktunya … pelaksanaannya pun harus ketat diawasi !!!
Apakah ada hidden agenda untuk kepentingan politik ? … hmm, pasti ada yang diuntungkan dengan kebijakan itu … selama politik dan demokrasi kita biaya tinggi, serta masih bersifat konsumtif bukan ideologis … maka yang membagikan BLSM pasti diuntungkan.
(jadi kalau mau kebijakan ini tidak ada yang menentang, pembagi BLSM harus bisa membuktikan niatan baiknya,  bahwa BLSM yang dilakukan benar-benar untuk rakyat, tanpa muatan politik … bersikaplah terbuka dan siap diawasi).

Jadi … apakah BBM jadi naik ? … (saya terdiam, terpejam dan berdoa, ya Allah … kuatkan dan bantulah aku, agar semua permasalahan ekonomi nanti bisa diatasi … terangilah mata hati para pimpinan dan pengampu kepentingan di Nuswantara ini, agar hatinya bersih dan lurus … hanya untuk kepentingan rakyat kecil, bangsa dan negara Nuswantara … amin).
(Eko2013)

Rabu, 05 Juni 2013

BBM (SEANDAINYA) JADI NAIK (1)

DMG-Jakarta. Kabarnya, setelah rapat Setgap tadi malam di kediaman Wapres Boediono, keputusan sudah bulat BBM akan naik, tinggal tunggu waktu ... menghitung hari, setidaknya pertengahan bulan Juni ini.
Berkecamuklah puluhan pertanyaan ... apa yang akan terjadi ? apakah menjadi hal yang istimewa, bukankah BBM sudah berkali-kali naik, (baru) beberapa kali turun ...
Apa yang akan terjadi ? harga-harga lain naik ? inflasi meninggi ...
Unjuk rasa ? pasti ...
Penimbunan dan kelangkaan BBM ? Antrean masyarakat ? Pembagian BLSM ? Pro-kontra BLSM (lagi) ?
Apa lagi ? yang jelas akan ada efek-efek domino dan permasalahan baru setelah terdengar kabar BBM akan naik.
Apakah Anda memahami apakah alasan pemerintah menaikkan harga BBM ?
Bagaimana sikap Anda ? Apa yang akan Anda lakukan ?
(eko2013)
... lanjutan : http://dmg-desindomediagroup2011.blogspot.com/

Sabtu, 01 Juni 2013

MENGAPA (MASIH) ADA PERTENTANGAN ANTARUMAT BERAGAMA & KEPERCAYAAN, DI BUMI BHINNEKA TUNGGAL IKA ?



DMG-Jakarta. Akhir-akhir ini … pertentangan agama dan kepercayaan kembali hangat dibicarakan orang dan media. Ya, pasalnya terdengar kabar bahwa Presiden SBY akan mendapat pengahargaan internasional “The World Statements on Religious Freedom” … yang ramai membicarakannya tentu kelompok yang tidak menyetujui pemberian penghargaan tersebut, banyakkah ? Mungkin tidak banyak, namun cukup ramai dan jadi perbincangan.
Hari Minggu 27/05/2013 di Bundaran HI dan Istana telah berlangsung unjuk rasa gabungan dari elemen yang menentang pemberian penghargaan tersebut, yaitu Solidaritas Perempuan, Kontras, SKKB, HRWG, Ardanary Institute dan Jaringan Masyarakat Sipil … juga bergabung jemaat Gereja Philadelfia dan Jemaat GKI Yasmin Bogor. Mereka rutin dating tiap minggu untuk melakukan kebaktian di depan istana, karena tempat ibadah mereka disegel dan ditutup, karena ditolak warga.

Dapat dimaklumi, jika para jemaat tersebut protes … karena sesuai pasal 29 UUD 1945, menganut kepercayaan dan beribadah adalah hak azasi manusia yang harus dilindungi Negara, apalagi di Negara Bumi Bhinneka Tunggal Ika, seharusnya memang tidak terjadi pelarangan-pelarangan tersebut. Konsep bahwa kebebasan beribadah dan memeluk agama menurut agama dan kepercayaan masing-masing sangat jelas … harus dijamin oleh Negara, namun nyatanya … Negara belum bisa sepenuhnya menjamin hal tersebut, bukan tidak bisa menjamin.
Saya bisa mengatakan “belum bisa sepenuhnya menjamin”, karena kalau dihitung persentase dan kuantitasnya tentu sangat jauh … pasti di bawah 1% (atau mungkin 0,1%), empirisnya … banyak sekali tempat dan lokasi peribadatan yang baik-baik saja … hidup berdampingan rukun, aman dan damai.

Apakah pencapaian ini bisa dianggap keberhasilan ?
Sangat relatif, disamping no bodies perfect … juga tergantung cara pandangnya. Ketika seseorang dan kelompok yang pada dasarnya memang ingin mengkritisi dan berpersepsi (lebih) negatif, tentu menganggap itu noda dan cela, yang menjadi penghalang bagi pemerintah mendapatkan pengharagaan itu. Berbeda pendapat memang sangat boleh di negeri ini, termasuk mengkritisi … namun, kritikan memang seharusnya keluar dari sikap positif untuk membangun, bukan karena format kebencian, tentu sangat berbeda akan menjadi berbeda dan cara memahami serta menerimanya.
Tanpa harus membela siapa-siapa, mari berpikir jernih …

Semoga penghargaan ini (apa pun penilaian kepantasan atau kebanggaan), dapat menjadi pendorong semangat dan pertanggungjawaban, bukan hanya untuk Presiden SBY, namun juga seluruh pengemban fungsi yang berkaitan dengan kerukunan antar umat beragama untuk lebih bertanggung jawab dan menjalankan fungsinya. Indonesia yang sangat luas, bangsa Indonesia yang multi ras dan budaya … memang sangat rentan konflik bila tidak dijaga. Bagaimana peran 3 Kementerian setelah dibuat SKB, juga FKUB termasuk masing-masing tokoh 6 agama … menjalankan fungsi dan tugasnya. Seharusnya menjadi terpacu untuk melihat kembali permasalahan-permasalahan kerukunan umat beragama (termasuk konflik rumah ibadah), untuk mengambil langkah-langkah penyelesaian.

Seharusnya, dengan semangat ber-Bhinneka Tunggal Ika … yang (seharusnya) terpatri dalam seluruh benak rakyat Indonesia, pertentangan dan konflik tidak perlu terjadi. Seharusnya mimpi utopis Ideologi Pancasila … Bhinneka Tunggal Ika, jadi obat manjur untuk berbagai konflik yang terjadi …
Tinggal kemudian, bagaimana para pengemban fungsi mau melaksanakan tugasnya … bagaimana stake holder dan tokoh 6 agama, mau dan mampu menjalankan fungsi untuk kerukunan umat beragama … dan selanjutnya, seluruh umat beragama menyadari dan mampu mengendapkan seluruh ajaran agama masing-masing secara mendalam dan paripurna, sehingga bisa bertoleransi serta menyimpan fanatisme dalam benak saja sebagai rahasia hubungan hakiki Sang Khalik dengan umatnya, bukan untuk menyemangati diri secara negatif, sehingga merasa benar sendiri dan bahkan menyerang umat agama yang lain … (Eko2013)

Senin, 06 Mei 2013

HARDIKNAS, MIMPI PENDIDIKAN (ALA NUSWANTARA) …(1)



DMG-Jakarta. Kata rekan saya yang Polisi, saat tanggal 2 Mei banyak demo lagi … temanya tentang Pendidikan Nasional, iya benar 2 Mei … Hardiknas – Hari Pendidikan Nasional. Peringatan didirikannya Sekolah Taman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara … hmmm.
Yang demo adalah para pelajar – mahasiswa, guru dan masyarakat (LSM) yang intinya tidak puas denga SISTEM PENDIDIKAN saat ini, yang menurut spanduk yang sepintas saya baca … banyak PENYELEWENGAN, pendidikan MAHAL … tolak Ujian Nasional dll, Revolusi Pendidikan karena sudah menjadi SISTEM PENDIDIKAN KAPITALIS (wah !)

Pendidikan merupakan hal esensi yang tidak boleh salah bagi masa depan bangsa … karena anak-anak bangsa akan mengalami pendidikan, dari pendidikan dasar – menengah dan tinggi. Jika salah didik … apa yang akan terjadi … Bangsa Nusantara akan HANCUR !!! karena diurus oleh anak bangsa yang tidak (kurang) qualified karena salah urus pendidikannya, dari sisi INTELEKTUAL dan BUDI PEKERTI/MORALITAS … dari sisi IQ, EQ … dan sekarang ada lagi SQ
Bicara pendidikan masih kental ingatan kita tentang pro-kontra Ujian Nasional, yang konon karena keterlambatan yang terjadi berubah menjadi Ujian setengah Nasional, karena yangs eharusnya dilaksanakan serempak, kemudian menjadi tidak berbarengan karena terlambat cetak dan distribusi … wow !
Kalau salah menyalahkan, para ahli dan komentator sangat pintar … kalau tangkis menangkis, politisi dan pejabat paling pintar membuat alasan …
Kita rakyat kecil hanya bertanya INIKAH WAJAH PENDIDIKAN NASIONAL KITA ???
Bisa jadi … para ahli dan komentator serta pejabat – politisi yang sama-sama pintar menyalahkan dan berkelit adalah produk pendidikan juga … yang sudah tidak lagi menyeimbangkan antara IQ – EQ – SQ.
 Atau sebetulnya saya pribadi lebih suka istilah … KESEIMBANGAN CIPTA – RASA – KARSA (dalam diri) … untuk kemudian mencipatkan HUBUNGAN HARMONIS : VERTIKAL (dengan Pencipta) dan HORISONTAL (dengan sesama).

Pendidikan sekarang … yang katanya berantakan, karena yang dilakukan adalah ala Barat – Timur jauh … atau mungkin Utara – Selatan. Dengan berbagai alasan, antara agar kita … anak-anak kita bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain, ilmu pengetahuannnya tidak kalah dll yang nyatanya … memang memintarkan … namun kurang cerdas nuraninya …
Buktinya ? masih jadi pelajar isinya nyontek, kesurupan dan tawuran, bahkan melakukan kekerasan dan tindakan pidana lain … bahkan percabulan dan prostitusi (ngeriiiiii !!!!), meskipun masih ada juga yang baik, namun ketika nilai kuantitatifnya lebih besar yang jelek … maka ada yang keliru dengan pendidikan nasional …
Lalu, ketika sudah besar … jadi pegawai dan pejabat atau pengusaha serta politisi atau apa saja profesi manusia dewasa … ya, berkembang lebih parah … (malas nyebutnya), namun yang sekarang banyak dibahas orang … berkemampuan dan mahir KORUPSI, nah … sama, ketika yang baik-baik justru jadi minoritas … PASTI ADA YANG SALAH dengan SISTEM PENDIDIKAN kita.

Mengapa tidak kita rumuskan pendidikan ala NUSWANTARA ya ?
Seperti apa ? Entah (mari kita kaji bersama-sama) … yang jelas, ketika kita mencotoh gaya dan style pendidikan ala bangsa A .. B dan C … ternyata SALAH dan KELIRU hasilnya, maka … kembalilah pada JATI DIRI MU !
(jadi ingat lagunya GOD BLESS “Apa Kabar” … apa kabarmu kawan, cukup sudah mengembara … sudah saatnya PULANG KE RUMAH …..)
Ya, mari kita PULANG ke RUMAH BESAR kita NUSWANTARA !!!
Gali lagi cara-cara pendidikan AJARAN ADILUHUNG BANGSA NUSWANTARA … !

Ilmu pengetahuan dan teknologi masalah gampang … IQ dan intelektual sangat mudah digapai oleh anak-anak di masa dan alam kemerdekaan … yang penting adalah EQ dan SQ … MENTAL KEPRIBADIAN … karena inilah yang akan MENGENDALIKAN dan MELURUSKAN arah bagaimana kepintaran ilmu pengetahun dan teknologi DIDAYAGUNAKAN … untuk MEMATIKAN dan MENGHANCURKAN kehidupan … atau MENUMBUHKAN dan semakin MENCIPTAKAN HARMONISASI KEHIDUPAN … (?)

JATI DIRI bangsa kita … ya ajaran PANCASILA … yang telah disesap dan disarikan dari berbagai kearifan lokal yang ada di bumi pertiwi … jutaan ajaran leluhur yang ADILUHUNG …
Mari kita pulang ke RUMAH BESAR kita … NUSWANTARA … rumah yang penuh dengan energi ajaran tentang hidup secara pribadi – hidup bertetangga – berbangsa dan bernegara … semua sudah ada di RUMAH KITA, tempat sistem pendidikan yang paling baik dan cocok untuk bangsa kita ...

Ya, mari kita PULANG ke RUMAH BESAR kita NUSWANTARA !!!

Selamat HARDIKNAS ! (maaf … sengaja, terlambat) (eko2013)

Selasa, 30 April 2013

HARI BURUH, REFLEKSI & PENYADARAN SELURUH ELEMEN BANGSA … ! (BUKAN AKSI ANARKI, BUKAN MANFAAT & TERMANFAATKAN)



Selamat HARI BURUH …

Kepada seluruh KAWAN-KAWAN BURUH, PEKERJA, KARYAWAN dan SEMUA saja yang masih BEKERJA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN SEHARI-HARI … (termasuk saya) !

Selamat HARI BURUH …

DMG-Jakarta. Hari ini May Day kembali diperingati, semangat bergelora untuk menyerukan perjuangan nasib kelompok pekerja. Berbagai media meliput persiapan aksi, bahkan ada yang cenderung menakuti bahwa peringatan May Day akan seram …
Sudah seminggu ini, HP dan telepon kantor berdering … temanya sama, menanyakan bagaimana peringatan May Day tahun ini. Kantor kami hanya kantor pemberitaan kecil yang punya beberapa kolega dan partner … sudah cukup sibuk dengan pertanyaan-pertanyaan seputar May Day, hmm … apa lagi para pengemban dan pengampu kepentingan ya? Pasti super sibuk …
Sebut saja aparat kemanan TNI dan Polri, pasti sibuk … untuk menjaga serta memelihara agar SITUASI MAYDAY, AYEM TENTREM … semua lancar, tertib dan tanpa anarkisme ...

Lalu juga, para pejabat Negara yang mengurus perburuhan pasti (juga harus) sibuk … dari BADAN, LEMBAGA, DINAS dan DEPARTEMEN yang berkaitan dengan permasalahan Buruh … juga harus ikut sibuk.
Semangat sibuk-sibuknya … seharusnya bukan “takut dan cemas” karena akan kedatangan tamu yang mau menanyakan HAK-HAK PEKERJA, NAMUN seharusnya SIBUK dengan SEMANGAT MELAYANI kedatangan MITRA mereka, untuk DIALOG dan MENDISKUSIKAN serta MENYELESAIKAN permasalahan perburuhan.
Ya, BURUH – KARYAWAN – PEKERJA dan BADAN/LEMBAGA atau DEPARTEMEN, serta PARA PENGUSAHA adalah MITRA. Mitra untuk bersama-sama mewujudkan KESEJAHTERAAN Bangsa dan Negara … KEJAYAAN NUSANTARA,
karena BURUH – KARYAWAN – PEKERJA adalah elemen penting RAKYAT yang berhak untuk disejahterakan, namun juga mempunyai KEWAJIBAN untuk bersama-sama mensejahterakan Bangsa … bukan sebagai objek saja … namun, dengan posisi dan perannya harus juga sebagai SUBJEK pelaksana yang berperan AKTIF untuk MEMBANGUN NEGERI ini …
Jadi … MONGGO, SILAKAN … aparat kemananan, pengusaha dan lembaga pengampu kepentingan perburuhan sambut kawan-kawan buruh dengan SENYUM  INDAH dan uluran JABAT TANGAN KEHANGATAN sebagai … MITRA dan SAHABAT sebagai sesama ANAK BANGSA, dengan semangat menjaga KETENTRAMAN dengan KESADARAN dan PENYADARAN NURANI … untuk MAU dan MENGHORMATI perbedaan pendapat, untuk BERSAMA-SAMA mencari SOLUSI terbaik untuk kepentingan yang LEBIH BESAR … yaitu BANGSA dan NEGERI kita …

Tahun 2013, tahun politik … (mungkin) akan banyak sekali kepentingan politik sesaat untuk KEPENTINGAN PARTAI dan CALEG yang ikut NEBENG pada aksi May Day …
yakin kawan-kawan BURUH – KARYAWAN – PEKERJA … MENYADARI hal ini,
JANGAN MAU … DIMANFAATKAN atau TERMANFAATKAN, ingat … kawan-kawan juga SUBJEK yang mempunyai HAK KONSTITUSIONAL sebagai RAKYAT untuk membangun menuju KEJAYAAN NUSANTARA, bukan SEKEDAR ALAT POLITIK mereka !

Kita rakyat kecil, namun BERJIWA BESAR dengan KESADARAN POLITIK dan NURANI, untuk menjaga keseimbangan HAK dan KEWAJIBAN sebagai elemen BANGSA …

May Day tahun ini … akan menjadi momentum untuk MEMBANGUN KESADARAN dan REKONSILIASI hubungan KEMITRAAN HARMONIS antara BURUH – KARYAWAN – PEKERJA dan BADAN/LEMBAGA atau DEPARTEMEN, serta PARA PENGUSAHA …

Mari kawan-kawan BURUH – KARYAWAN – PEKERJA kita rayakan HARI BURUH SEDUNIA dengan semangat MEMBANGUN BANGSA untuk KEJAYAAN NUSANTARA !!!
(eko2013)

Minggu, 24 Februari 2013

HIRUK PIKUK POLITIK, MPE & MAIN CATUR ... merasa benar atau korban-mengorbankan (?)

DMG-Jakarta. Benar, ternyata memang kembali harus mengakui kebenaran kata para pengamat (politik), bahwa tahun 2013 adalah Tahun Politik. Bagaimana tidak ? Hiruk pikuknya memang sangat terasa, berbagai situasi dalam segala bidang, hampir pasti (atau dipasti-pastikan) berhubungan dan bermuara dengan kepentingan politik, benarkah ?
Kasus impor daging sapi, jadi prahara bagi PKS. Bagaimana pucuk pimpinan akhirnya ditahan KPK ... di tengah sibuk-sibuknya PKS mengikuti tahapan Pileg Pemilu 2014. PKS bereaksi dengan mengadakan gerakan tobat nasional, hal yang positif dan patut ditiru ... apa lagi jika pertobatan itu BENAR MUNCUL dari KESADARAN dan PENYADARAN NURANI (tentunya harus diwujudkan dengan perubahan sikap dan perilaku). Apakah akan menyeret pejabat lain ?
Sebelumnya, prahara Hambalang ... memporakporandakan pengurus DPP Demokrat. Beberapa telah dijadikan tersangka. Terakhir muncul bermacam spekulasi di tubuh Demokrat berkaitan dengan penetapan status tersangka oleh KPK terhadap Ketua Umumnya yang brujung pada pengunduran diri AU, yang ternyata belum juga berujung ... masih terjadi hiruk pikuk.
Lebih ke belakang lagi, banyak politisi dan pejabat menjadi tersangka dan ditahan KPK, seperti bergiliran ... bahkan, ada yang menyebut-nyebut penentuan sebagai tersangka dan penahanan oleh KPK seperti "arisan" menunggu giliran (karena terlalu banyak yang terlibat korupsi) ... siapa lagi ? sangat ironi ! (mungkinkah wajah Bangsa ini memang seperti ini ? sampai kapan ?)

MPE (Manajemen Pertahanan Ego), muncul ketika seseorang terdesak atau dipojokkan, bisa merupakan hal yang benar (karena penyadaran) atau alasan-alasan (pembenar) lain ... seorang pribadi yang terdesak, akan menyampaikan bahwa ia tidak bersalah, atau melakukan karena terdesak oleh suatu kekuatan yang tak mampu ia bendung ... lalu, menyeret dan mengaitkan dengan orang dan pihak lain, bahkan menyalahkan orang lain, mungkin BENAR, namun bisa jadi FITNAH.
Sebut saja beberapa sumpah dan janji ... dari yang agamis sampai yang spektakuler serta bombastis ...
Kebenarannya ? No bodies know ... just waiting THE TIME, karena Sang Waktulah yang akan mengungkap semuanya....

Main CATUR ? Apakah analogi dunia politik memang seperti main catur ? untuk menyelamatkan PERWIRA, maka PRAJURIT maju satu langkah agar dimakan musuh, namun kemudian mendapatkan korban yang lebih besar atau paling tidak bisa menempatkan posisi permainan sehingga menjadi lebih berpeluang menang. Mungkin strategi yang lebih dahsyat lagi, mengorbankan para PERWIRA dan MENTERI untuk menyelematkan RAJA dan RATU ... entahlah !
Namun, mungkin bagi yang menjadi korban atau dikorbankan serta mengorbakan, akan merasa seperti itu (lepas dari sekedar alasan MPE tentunya).

Pertanyaan untuk para POLITISI, PEJABAT dan PENEGAK HUKUM .... 
Apakah ada dunia politik tanpa MPE dan main CATUR ya (yang buruk yang tidak dilandasi ETIKA) ?
Apakah memang harus ada ? Namun, apakah sekejam itu ?
Bagi yang melakonan laku MPE dan CATUR ... apakah tidak terbersit NURANI, yang JUJUR, yang keluar dari BUDI baik ? sehingga MPE negatif hanya sebentar muncul, sehingga tidak menimbulkan KORBAN dan DIKORBANKAN ... namun muncul sebuah KEJUJURAN dan SIKAP KSATRIA?
Atau juga, permaninan CATUR yang asyik, tanpa MAKAN-MEMAKAN ? semua dilandasi ETIKA ... paling tidak berupa peringatan ... kalau melakukan ancaman SKAK atau SKAK MAT ?

(Mari merenung ... di tengah hiruk pikuk ... ada kepentingan yang seharusnya LEBIH BESAR yang harus kita BELA, mati-matian ... yaitu MENEGAKKAN NEGARA NUSWANTARA dan MENEMPA NURANI untuk MENEMUKAN KESEJATIAN yang HAKIKI dan ILAHI) - Eko2013