Selasa, 07 Agustus 2012

NEGARA "OPINI" - MEDIA WANI PIRO ... Dimana nilai kebenaran dan kesejatian ? (1)

DMG-Jakarta. Keliling Jakarta, mengamati, mendengar dan merasakan ... rasanya sudah tidak ada nilai-nilai hakiki dan kesejatian, negara lebay penuh kemunafikan ... negara ini telah menjadi Negara Opini.
Sepanjang jalan, berjajar spanduk-spanduk pencitraan dan gambar-gambar opini yang "indah-indah", ya jalanan sudah dikuasai opini.
Media seharusnya mempunyai semangat untuk pencerahan, namun sekarang ini berbagai media sudah menjauh dari fungsi itu, sekarang lambat namun pasti, telah bergeser pada "pencerahan yang menyesatkan". Di mana letak salahnya ? terlalu rumit untuk ditelaah satu-satu. Namun, sangat empiris efeknya ... Secara optimis orang bisa bilang, inilah buah demokrasi yang diperjuangkan pada reformasi 1998, namun pandangan pesimis (ini yang cenderung lebih benar), media telah menjadi kutub-kutub kepentingan yang ssering sudah tidak objektif, membela kepentingan yang bukan kepentingan rakyat yang sebenarnya atau kepentingan bangsa yang sesungguhnya, namun kepentingan KEKUASAAN, GOLONGAN dan WANI PIRO !
Ribuan majalah, koran, TV, Radio dan sekarang internet, termasuk media-media sosialnya sudah lupa pada kode etik jurnalistik yang menelisik sebuah berita dan fenomena dari sudut pandang yang objektif dan berimbang.
Rupanya kita harus semakin hati-hati, mencermati ... atau bahkan semua sudah pintar menduga suatu berita membela siapa ? yang BENAR bisa menjadi SANGAT SALAH, karena didukung media ... sontak masyarakat yang memang sudah jadi masyarakat opini terbawa, selanjutnya ikut MENYALAHKAN yang benar ... Kasus-kasus opini banyak sekali ... berujung pada aksi ini .. aksi itu ... aksi dukung ini ... aksi dukung itu ... (banyak sekali !!).
Ini akan menjadi dosa besar para insan media yang telah menjadikan Negara dan bangsa MEDIA OPINI yang WANI PIRO ? mau sampai kapan ?
Kebenaran - kesejatian adalah roh manusia, jika sudah kehilangan itu ... masihkah kita bisa dianggap manusia yang hidup ? bagaimana dengan Anda ? Kita ? (Eko2012)

POLISI VS KPK ? SIAPA SALAH SIAPA BENAR ? (1)

DMG-Jakarta. Menyimak tayangan ILC di TV-One tadi malam, masyarakat kembali disuguhkan ketidakberesan di negeri ini ? Inikah buah Demokrasi yang kita harapkan ? Carut Marut tidak jelas !
Harusnya KPK-Polri-Jaksa kompak untuk bersama-sama menegakkan hukum dan memberantas KORUPSI dari Indonesia. Tapi lancur ... kasus korupsi sudah pernah dan lekat dengan ketiga penegak hukum. Sebut saja kasus yang berkaitan dengan ketiga garda hukum bangsa ini, kasus Ketua KPK Antasari Azhar, Kasus Bibit-Chandra yang melahirkan konflik CICAK-BUAYA. Lalu, penangkapan Jaksa Oerip dan kasus Jaksa Cirus Sinaga. Sekarang kasus korupsi Simulator SIM.
Pro-kontra dan opini terus bergulir .... aksi dukung mendukung terus bermunculan. Ada yang pro KPK, pro Polri (sementara Jaksa belum ada dan cenderung freze), mana yang pro rakyat ?
Inilah kalo penegakan hukum diwarnai politik, liku-liku politik telah mencemari Dewi Keadilan. Harusnya semua bisa bilang .. yang pro KPK bisa disentuh hatinya dan bisa bicara "Kami mencitai KPK namun lebih mencintai INDONESIA", atau yang pro Polri bisa berbisik "Kami mencitai institusi Polri, namun lebih mencintai Merah-Putih".
Apakah rakyat memang harus tidak percaya kepada KPK-Polri-Jaksa ? carut marut dengan argumen yang mengada-ada, membela kepentingannya masing-masing, lalu ... siapa yang membela rakyat ?
Apakah kasus-kasus seperti ini memang "sengaja" digulirkan untuk membuat masyarakat lupa pada tuntutan kepada para penegak hukum itu yaitu ... mengungkap kasus-kasus korupsi yang lebih besar ? Atau sengaja diadu, sehingga para koruptor bebas berkeliaran melakukan aksinya, menghilangkan bukti dan membawa uang rakyat ke luar sana sehingga makin tak terjejaki ?
Semoga segera tersadar ... tapi kami rakyat pesimis, benarkah bisa tersadar ? (eko2012)

PEMILUKADA DKI (3) : JAKARTA DICEKAM ISUE SARA, MUNGKINKAH BHINNEKA TUNGGAL IKA AKAN TERCABIK ? (1)

DMG-Jakarta. Gelora Pemilukada DKI Jakarta yang akan memasuki putara kedua (20 September nanti), sudah mulai terasa dan suhunya cenderung menghangat ... atau mungkin mulai mencekam (?).
Dalam 3 minggu terakhir ini, di wilayah jakarta terutama wilayah Jakarta Utara dan Barat bertaburan spanduk-spanduk yang mengangkat isue SARA, dukung mendukung pasangan calon. Bermula dari pernyataan Prof Dr Jimly, yang selanjutnya dijadikan acuan oleh Raja Dangdut H. Rhoma Irama dalam dakwah di bilangan Tanjung Duren Jakarta Barat yang mengangkat isue SARA. Beberapa waktu lalu sudah dilakukan klarifikasi oleh Panwaslu Propinsi DKI jakarta kepada pihak H. Rhoma Irama dan Timses Foke-Nara, intinya merasa bahwa tindakan yang dilakukan "benar".
Berbagai reaksi masyarakat bermuculan, pro-kontra muncul di berbagai media. Apakah bangsa kita atau masyarakat Jakarta masih bisa digoyang isue SARA ?
Kejadian 1998 masih menyisakan trauma masyarakat, akankah terjad lagi ?
Apakah masyarakat sudah cukup dewasa untuk menerima perbedaan ?
Semoga bukan karena keinginan merebut kekuasaan, dikorbankan kebangsaan kita ... kalaupun memang itu dilakukan, dimana hati kita ? benarkah kekuasan telah membutakan hati dan jiwa kebangsaan ? (eko2012)

Rabu, 11 Juli 2012

PEMILUKADA DKI (2) : PEMILUKADA DKI BERLANGSUNG AMAN, TUNGGU 2 PUTARAN ! PEMIMPIN BARU ?

DMG-Jakarta. Hasil quick count beberapa lembaga survey meskipun belum mencapai 100 % dari seluruh sample, namun dengan error sampling 1-2 %, maka hampir bisa dipastikan Jokowi-Ahok memimpin dengan kisaran 43%, menyusul Foke-Nara 34%, di tempat ketiga Hidayat-Didik 11,8% dan berturut-turut pasangan independen Faisal-Biem 4,7%, Alex-Nono 4,4% dan Hendarji-Riza 1,8%.
Hasil ini cukup mencengangkan di banyak kalangan, karena sebelumnya tak satu pun survey yang mengunggulkan pasangan Jokowi-Ahok sebagai pemenang. Dengan hasil ini, hampir pasti Pemilu Kada DKI Jakarta akan berlangsung 2 putaran, yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 September 2012. Memang KPU Propinsi DKI Jakarta baru akan mengumumkan hasil Pemilu Kada DKI putaran 1 pada 20 Juli 2012 nanti, namun pergerakan dan konstelasi politik di DKI Jakarta akan terus menghangat. Kita tunggu saja, dan semoga situasi tetap aman dan kondusif sebagai cerminan semakin dewasanya politik masyarakat Jakarta, semoga.
Apakah Pemilu Kada DKI akan melahirkan pemimpin baru ? Masih akan terjawab pada putaran kedua nanti, kita tunggu ! (Eko2012).

Kamis, 05 Juli 2012

PASCA PUTUSAN MA, BAGAIMANA PEMILU KADA KOTA DEPOK ?

DMG-Jakarta. Pasca putusan MA yang menolak kasasi KPU Kota Depok yang digugat oleh DPC Hanura kaitan dukungan terhadap salah satu pasangan calon 2 tahun lalu, dikabulkan sehingga KPU Kota Depok harus membatalkan keputusan KPU No.18 terkait penentuan nomor urut pasangan calon. Apa implikasinya ? berbagai pendapat pro-kontra sudah mulai bermuculan, apakah Pemilu Kada Depok akan diulang ? apakah putusan MA ini tidak berpengaruh pada hasil Pemilu Kada Depok ?  Apapun, senoga para elite kota Depok tetap menyikapinya dengan arif dan melihat esensi dari penerapan serta akibat hukum dari putusan tersebut. Semoga Masyarakat Depok juga tidak terbawa pada sikap pro-kontra yang destruktif, namun terus membina pandangan konstruktif dalam pelaksanaan demokrasi Pancasila. Kita tunggu .... apa langkah KPU Kota Depok, bagaimana sikap elite dan pandangan masyarakat Depok ... (EKO2012)


Jumat, 18 Mei 2012

PEMILUKADA DKI (1) : PEMILU KADA DKI JAKARTA TERANCAM RICUH .... Ujian Berat Bagi Penyelenggara Pemilu dan Aparat Keamanan ...

DMG-Jakarta. Hari Jumat siang 18 Mei 2012, massa gabungan partai-partai pendukung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta kurang lebih 400 orang (kecuali partai pendukung Foke-Nara), mendatangi kantor KPU Propinsi DKI Jakarta. Mereka mempertanyakan dan menolak penetapan DPT yang dianggap jauh dari data yang seharusnya.
"Seharusnya KPU mempedomani E-KTP, itu kan data riil penduduk DKI Jakarta !!"
"Pemilu Kada harus ditunda, benahi dulu DPT" ungkap salah satu korlap pengunjuk rasa.
Hadir dalam unjuk rasa tersebut para ketua dan pentolan-pentolan parpol, diantaranya H. Lulung dari PPP dan Pras dari PDIP. Selain itu, massa menyerukan Pemilu Kada damai, namun juga harus jujur dan adil, penyelenggara Pemilu Kada harus serius dan profesional.
Pemilu Kada DKI Jakarta memang sudah di depan mata, ada 6 calon yang akan bertarung, berbagai dinamika dan permasalahan Pemilu Kada akan menjadi batu ujian bagi masyarakat Jakarta, sudah sedewasa apa masyarakat Jakarta dalam kehidupan berpolitik, berbangsa dan bernegara. Ujian juga bagi penyelenggara pemilu ... KPU dan Panwas, apakah sudah benar netral dan mampu profesional melaksanakan Pemilu Kada ? Bagaimana dengan aparat keamanan, terutama Polda Metro Jaya dan jajarannya, mampukah mengamankan Pemilu Kada ? mampukah mengelola kemananan dan mengendalikan konflik sehingga tidak menjadi kericuhan dan konflik terbuka ?
Kita tunggu kiprahnya, lebih baik dari Pemilu Kada 5 tahun lalu ? atau sebaliknya ?... (eko2012)

Selasa, 01 Mei 2012

HIDUP BURUH !!! (May Day di Jakarta Berlangsung Tertib)

DMG-Jakarta. Perayaan May Day atau Hari Buruh Internasional ke-126 di wilayah DKI Jakarta berlangsung tertib. Setiaknya ada 6 titik unjuk rasa dan kegiatan perayaan buruh di wilayah Jakarta, yaitu Bundaran HI, di depan Istana Negara, Tugu Proklamasi, Kantor Kemenakertrans, Gelora Bung Karno dan Tenis Indoor Senayan, setidaknya 50 ribu massa buruh dari berbagai elemen buruh ada di Jakarta. Massa buruh terbagi menjadi 8 kelompok, yaitu :
1. Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) yang terdiri dari 3 konfedarasi buruh, yaitu KSPSI, KSPI dan KSBSI, yang di dalamnya juga terdiri berbagai elemen buruh di antaranya dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesua (FSPMI).
2. Serikat Pekerja Nasinal (SPN) yang bergabung dengan GASPERMINDO.
4. Sekretariat Bersama (SEKBER) BURUH, gabungan dari elemen KASBI, PRP, Progresif, SPKAJ, SPCI dll
5. Front Perjuangan Rakyat (FPR) yang merupakan gabungan dari berbagai elemen buruh dan LSM Buruh
6. Gabungan Serikat Pekerja Manifactur Independen Indonesia (GSPMII).
7. Konfedari Serikat Nasional (KSN)
8. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Bapak Yoris.
Tuntutan dan isue yang diangkat oleh kelompok-kelompok buruh tersebut hampir sama, yaitu antara lain menuntut upah layak, penghapusan out sourcing, pemberlakuan BPJS, penegakan hukum perburuhan dan penolakan union busting, namun ternyata perjuangan buruh belum menyatu, ada apa ya ? Di samping adanya kepengurusan ganda, juga terdapat perbedaan garis perjuangan.
Hadir dalam aksi unjuk rasa gabungan 3 konfederasi serikat buruh 3 anggota DPR dan sempat berorasi di depan istana negara yaitu Rieke Dyah Pitaloka (Fraksi PDIP), Indra dan Ansory Siregar (Fraksi PKS), mereka berjanji melalui DPR akan terus memperjuangkan nasib buruh.
Ada yang menarik dalam catatab DMG, di tengah-tengan massa pengunjuk rasa di depan Istana Negara ada beberapa orang yang menyuarakan tuntutan penolakan larangan ajaran Marxis di Indonesia dengan pencabutan Tap MPR No,25/1966. Hal ini tidak mendapat perhatian banyak wartawan. namun akan menjadi fenomena yang menarik, ada apa ini ? (Eko2012)